Menulis adalah keterampilan. Setiap guru bisa menulis asal mau berlatih setiap saat. Kemampuan menulis tidak membutuhkan bakat atau keturunan. Semakin sering guru berlatih, semakin terampil pula dia menulis.
Banyak guru yang merasa kesulitan ketika hendak memulai menulis. Kebanyakan merasa bahwa mereka tidak mempunyai bakat untuk menulis. Akibatnya, keinginan menulis berhenti di tengah jalan dan ide yang ingin dituangkannya akhirnya hanya berhenti di dalam pikiran saja.
Kendala menulis yang lain adalah kesulitan mengatur waktu untuk menulis. Pada pagi hari, guru disibukkan dengan berbagai aktivitas sekolah terutama melaksanakan proses pembelajaran. Guru harus menyiapkan materi pembelajaran, melaksanakan pembelajaran di kelas, hingga membimbing para siswa yang ingin berkonsultasi dengan gurunya. Kesibukan guru masih ditambah lagi dengan tugas-tugas dari sekolah yang harus dikerjakannya. Alhasil, waktu yang dimiliki guru semakin terbatas. Mereka seolah tak berdaya dengan kesempatan yang dimilikinya.
Sebenarnya, menulis tidak harus dilaksanakan pada pagi hari. Banyak pilihan waktu yang tepat yang bisa dipilih oleh guru sesuai dengan kondisi yang dimilikinya. Pilihan waktu menulis yang tepat sangat berbeda antara satu guru dengan guru lainnya. Sebagian guru lebih memilih menulis ketika larut malam. Dalam suasana sunyi, mereka bisa mengungkapkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Semuanya seakan lancar tanpa hambatan.
Walaupun larut malam menjadi waktu yang bagus untuk menulis, tidak semua guru bisa melakukannya. Banyak juga yang lebih memilih tidur awal dan bangun di sepertiga malam. Pada saat itulah, mereka memanfaatkan waktunya untuk menulis. Ketika yang lain tengah terlelap dalam tidurnya, mereka menghadapi laptop dan mengeluarkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan.
Ketika pilihan waktu sudah ditemukan, saatnya guru menulis. Menulis tidak sekadar merangkai kata. Menulis mempunyai beberapa fungsi, antara lain menyampaikan gagasan atau ide kepada orang lain.  Sebaik-baik orang adalah yang memberi manfaat kepada yang lainnya. Salah satunya bisa dilakukan dengan menyampaikan gagasan atau ide yang dimiliki. Dengan ide yang disampailkan oleh penulis, orang lain akan membaca, menambah referensi, dan mengambil inspirasi dalam kehidupannya.
Manfaat lain dari menulis adalah menambah “usia”. Tulisan yang dihasilkan guru akan berlaku sepanjang masa bahkan ketika penulisnya sudah tiada. Jadi, sebuah tulisan akan dibaca dan dikenang melampaui dari usia penulisnya.
Sebagai sebuah keterampilan, menulis bisa dilakukan oleh semua guru. Guru bisa memilih waktu yang tepat untuk memulai dan mengembangkan gagasannya. Dengan tulisan, guru bisa mengajak dan menginspirasi guru yang lain. Untuk itu, mari kita menulis. Menulis, siapa takut!
*) Drs. Murman, M.Pd. SMP Negeri 3 Guntur, Demak
 
Gambar ilustrasi diperoleh dari http://lazuardi.id/