Surakarta – Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah diselenggarakan oleh LPMP Jawa Tengah pada tanggal 20 – 21 Januari 2022 di The Sunan Hotel Solo. Penanggungjawab kegiatan, Tartib Supriyadi, menyatakan bahwa kegiatan dilaksanakan di awal Tahun 2022 dengan tujuan untuk mensinergikan pemahaman, program dan kegiatan seluruh unsur pemangku kepentingan pendidikan di kabupaten/kota dalam penguatan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2022.

Rakor ini diikuti oleh pemangku kepentingan pendidikan dari 35 kabupaten/kota, diantaranya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan 35 kabupaten/kota, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII, BKD/BKPPSDM dan Bapeda 35 kabupaten/kota, serta BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Internal LPMP Jawa Tengah dan UPT Kemendikbudristek (diantaranya LPPKS, LPMP Provinsi Bali dan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan) juga ikut serta dengan harapan sinergi pemahaman, program dan kegiatan seluruh unsur pemangku kepentingan pendidikan dapat terbangun melalui kegiatan ini. Hal ini disampaikan Plt Kepala LPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, dalam sambutan selamat datangnya. Dengan mengusung tema “serentak bergerak mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Tengah”, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk siap bergerak serentak untuk pemulihan pembelajaran dan pemerataan kualitas pembelajaran.

Salah satu pengisi kegiatan yaitu Direktur Jenderal Paud, Dikdas dan Dikmen, Jumeri, yang sekaligus juga membuka kegiatan ini secara resmi menyatakan Pemerintah Daerah dapat membaca bersama-sama dan memahami profil pendidikan di wilayahnya masing-masing untuk mengetahui angka partisipasi kasar (APK), capaian literasi dan numerasi, kondisi lingkungan belajar dan karakter anak didik sehingga dapat membuat action plan mitigasi risiko percepatan pemerataan mutu pendidikan. Setelah membuka kegiatan, LPMP Provinsi Jawa Tengah meminta Direktur Paud, Dikdas dan Dikmen memberikan penghargaan kepada 10 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Pemerintah Daerah yang aktif dalam program sekolah penggerak (PSP) yaitu Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Kudus, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Rembang, Kabupaten Tegal, Kota Salatiga, Kota Semarang dan Kota Tegal. Dinas Pendidikan Kota Tegal diberikan penghargaan khusus karena memiliki komitmen yang kuat dalam PSP dengan cara penyertaan anggaran daerah untuk PSP.

Selama 2 hari, kegiatan ini diisi oleh narasumber-narasumber yang mengusung isu-isu pendidikan yang lagi hangat. Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek mengambil topik persiapan sekolah menyongsong kurikulum prototipe. Adapun Sesditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek memberikan informasi mengenai arah kebijakan Direktur Jenderal GTK dalam implementasi penugasan guru sebagai kepala sekolah.(nuning)

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek menyampaikan materi terkait persiapan sekolah menyongsong kurikulum prototipe

peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan rapat koordinasi

narasumber memberikan informasi mengenai arah kebijakan Direktur Jenderal GTK dalam implementasi penugasan guru sebagai kepala sekolah

sambutan Plt Kepala LPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si.

piagam penghargaan kepada 10 Kab/Kota karena memiliki komitmen yang kuat dalam PSP dengan cara penyertaan anggaran daerah untuk PSP.