Pemetaan mutu pendidikan merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan. Dalam Permendikbid no. 28/2016 dinyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri atas kegiatan pemetaan mutu, perencanaan, pemenuhan/peningkatan mutu, monitoring/evaluasi dan penyusunan strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monev.
 
Peta mutu pendidikan Provinsi Jawa Tengah, yang dikemas dalam bentuk rapor mutu, sudah dapat diakses oleh Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan sekolah di Jawa Tengah sejak Februari 2018. Rapor dapat diakses secara terbatas dengan menggunakan akun dapodik milik sekolah, dinas kabupaten/kota, dinas provinsi dan LPMP.
Progres pengiriman data mutu pendidikan
Terdapat 19.006 SD, 3.287 SMP, 859 SMA, dan 1579 SMK di Jawa Tengah, atau total sebanyak 24.359 sekolah. Berdasarkan data di web PMP, tercatat 24.731 (98,5%) sekolah berhasil mengunggah data mutu pendidikannya di tahun 2017. Pada tahun sebelumnya, hanya 67% sekolah di Jawa Tengah yang mengirimkan data mutunya.
Data mutu yang telah dikirim ke server PMP tersebut dijadikan basis penyusunan rapor mutu pendidikan provinsi Jawa Tengah.

Ada 4 kabupaten/kota di Jateng yang mencapai 100% progres pengiriman. Dengan kata lain, seluruh sekolah di kabupaten/kota tersebut berhasil mengirimkan data mutunya melalui aplikasi PMP. Kabupaten/kota dimaksud adalah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Rembang, Kota Salatiga dan Kota Magelang.
Peta mutu pendidikan
Rapor mutu pendidikan Jawa Tengah didasarkan pada pencapaian terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan. Hasilnya menunjukan tren yang positif. Terjadi peningkatan capaian di 7 standar yang ada. Hanya standar sarpras saja yang mengalami penurunan capaian.

Meskipun terjadi tren kenaikan capaian yang positif, namun belum satu pun sekolah di Jawa Tengah terdeteksi telah mencapai SNP. Grafik di bawah ini menunjukkan hal tersebut.

Dari grafik tersebut dapat pula terlihat bahwa jumlah sekolah yang mencapai kategori Menuju SNP 1, Menuju SNP 2, dan Menuju SNP tiga mengalami penurunan di tahun 2017. Mayoritas sekolah di Jateng, yakni 84%, telah mencapai kategori Menuju SNP 4, dari hanya 16% sekolah yang mencapainya di tahun 2016.
Terlepas dari tren positif yang ada, masih terdapat permasalahan pendidikan yang memerlukan perhatian  khusus oleh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Tengah, sebagai berikut:

  1. Penurunan capaian untuk standar Sarpras terjadi di semua jenjang;
  2. Belum ada sekolah di semua jenjang yang mencapai SNP;
  3. Capaian Standar Kompetensi Lulusan Dimensi Pengetahuan (Indikator 1.2.) masih rendah di semua jenjang;
  4. Capaian Standar Isi Terkait Perangkat Pembelajaran (Indikator 2.1.) untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK masih berada di kategori menuju SNP 3;
  5. Kecuali guru, ketersediaan dan Kompetensi PTK masih rendah, terutama laboran dan pustakawan;
  6. Semua sekolah baik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK masih memiliki masalah dengan Standar Sarana dan Prasarana;
  7. Kinerja Kepala Sekolah dalam Tugas Kepemimpinan pada Standar Pengelolaan masih sangat rendah di semua jenjang (Skor di bawah 2);
  8. Pengelolaan dana sekolah belum dilakukan secara maksimal oleh mayoritas sekolah. DG.