Senin, 10 September 2018, bertepatan dengan tanggal 30 Dulhijjah 1439 H, LPMP Jawa Tengah mengadakan pengajian dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1440 Hijriyah. Pengajian dihadiri oleh seluruh pegawai LPMP Jateng, pensiunan dan anggota dharmawanita. Tausiyah pada pengajian diberikan oleh Ustad Dr. K.H. Muhammad Arja Imroni, M.Ag. Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Dalam sambutannya Kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto, M.Si., mengajak seluruh hadirin untuk mengambil hikmah dari adanya pergantian tahun Hijriyah ini, yaitu adanya perubahan sebagai sebuah kepastian. “1439 tahun yang lalu, kita sudah disuguhi sebuah contoh perubahan yang luar biasa, dari masa jahiliyah menuju masa penuh harapan dan kebaikan” ungkapnya.
Selaku pembicara, Ustad Dr. Imroni mengungkap bahwa penanggalan Islam diambil dari momentum hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Keputusan tersebut diambil pada masa kekhalifahan Ummar Bin Khattab, setelah menerima banyak usulan tentang awal penanggalan. Salah satunya usul agar dihitung berdasarkan kelahiran Nabi. Namun usul ini ditolak karena khawatir ada kultus kepada Nabi.

Tausiyah oleh Ustad Dr. K.H. Muhammad Arja Imroni, M.Ag. Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Forum yang hadir saat itu menyepakati hijrah Nabi menjadi awal penanggalan dalam Islam dengan alasan hijrahnya Nabi merupakan tonggak perubahan strategi dakwah Islam.
Ustad Dr. Imroni mengajak agar perubahan masa, termasuk di dalamnya perubahan tahun, dijadikan momen untuk berintrospeksi diri (bermuhasabah), bermuhasabah terkait jazad, umur, harta (maal), dan amal. Di akhir tausiyahnya, Ustad Dr. Imroni memanjatkan doa yang diamini oleh seluruh yang hadir. DG