Oleh: Sri Wasono Widodo,Widyaiswara LPMP Jawa Tengah

 

Pendahuluan

Di era Industri 4.0 atau “Internet of Things” ini kemampuan Guru dalam mengelola proses pembelajaran secara online atau dalam jaingan (daring), membuat konten pembelajaran daring, dan  membuat media pembelajaran daring sangat penting. Kita baru terhenyak bangkit menyadari hal ini ketika pandemi global Covid 19 melanda dunia, termasuk menerjang aktivitas pendidikan di Indonesia. Dengan paradigma social distancing semasa pandemi, maka menuntut sektor pendidikan untuk kreatif mengatasi masalah untuk harus tetap melangsungkan proses pembelajaran meskipun tidak bertatap muka secara langsung, antara lain melalui berbagai platform proses pembelajaran daring. Pada tulisan ini Penulis membatasi diri untuk membahas tentang video pembelajaran, salah satu komponen pembelajaran yang dapat didaringkan.

Video pembelajaran dengan format digital, dapat diunggah ke berbagai platform sosial media yang tersedia, seperti YouTube, Twitter, Blog, Facebook dsb. Dengan mengunggah ke dunia maya, banyak manfaat yang bisa dipetik. Pertama, video pembelajaran otomatis tersimpan dengan aman dan dapat diakses kapan saja, dari mana saja, oleh siapa saja. Semisal Kita unggah di YouTube, maka siapa pun yang memerlukan video itu dapat mengaksesnya dari mana saja dan kapan saja. Berarti video ini kemungkinan digunakan secara lintas generasi. Bahkan di YouTube tersedia menu terjemahan otomatis, sehingga video Kita punya manfaat lintas negara bahkan lintas benua.

Apabila pembuatan video ini Kita tekuni secara profesional, bisa juga dimonetisasi sehingga punya fungsi ekonomi. Penulis mengamati cukup banyak praktisi pendidikan yang konten videonya diikuti ribuan subscriber dan dilihat dengan durasi ribuan jam sehingga memenuhi  syarat untuk dapat dimonetisasi. Jadi, video pembelajaran punya manfaat ganda yaitu dari ilmu yang ditebarkan dan manfaat ekonomi.

Untuk membuat video pembelajaran, di samping perangkat keras Kita juga membutuhkan perangkat lunak. Untuk perangkat lunak pembuatan video, di dunia maya tersedia cukup banyak dan lengkap. Ada yang berbayar namun banyak pula yang gratis yang biasa disebut open source. Pada tulisan ini dibahas open source apa saja yang diperlukan untuk membuat video pembelajaran. Sedangkan pada tulisan berikutnya akan dibahas bagaimana teknik menggunakan masing-masing open source tersebut.

 

Open Source Esensial untuk Pembuatan Video Pembelajaran

 Pada tulisan ini Kita menggunakan Open Source yang sering penulis gunakan, jadi bukan berarti Open Source gratis yang paling baik. Namun di jagat maya ada prinsip  “Perangkat lunak gratis fungsinya belum tentu kalah dengan yang berbayar”. Sebagian perangkat lunak tersebut dapat diunduh di http://gg.gg/sw-062020-6 (dari Google Drive penulis).

 

  1. CamStudio

Open Souce pertama adalah CamStudio, program screencasting untk Microsoft Windows, yang dapat diunduh di situs resminya yaitu camstudio.org. Software ini merekam tangkapan layar desktop menjadi video dalam format AVI. Meskipun awalnya terbukti membawa malware, namun karena perbaikan yang terus menerus sejak 27 April 2020, installer yang ditawarkan melalalui website resminya yaitu camstudio.org dilaporkan sebagai malware hanya oleh 1 dari 79 antivirus yang melakukan scan. Menu yang ada di CamStudio antara lain customize area tangkapan screen, hotkey, cursor, audio dan output.

Cara menggunakan Camstudio sangat sederhana. Pertama Kita buka aplikasinya, lalu Kita customize aplikasi seperti telah dijelaskan sebelumnya. Lalu klik menu “Record” atau tombol merah. Setelah selesai merekam, klik tombol stop. Lalu simpan filenya di folder yang sesuai dengan terlebih dahulu memberi nama.

 

  1. Ummy Video Downloader

Ummy Video Downloader membantu Kita menyimpan file unduhan video ataupun audio dari YouTube. Software yang gratis dan ringan ini dapat diunduh di laman resminya videodownloader.ummy.net. Keunggulan file yang diunduh dengan software Ummy Video Downloader adalah format file tidak dikurangi spesifikasinya, dibandingkan dengan cara lain yang mengurangi resolusi videonya.

Cara menggunakan  Ummy Video Downloader sangat mudah. Link video YouTube yang akan Kita unduh, copy lalu paste di boks URL aplikasi Ummy, lalu klik menu download. Durasi pengunduhan bergantung besar kecilnya file  yang diunduh dan sinyal internet yang Kita gunakan. Setelah unduhan selesai, simpan filenya di folder yang sudah disiapkan sebelumnya.

 

  1. DownSub

 DownSub adalah aplikasi gratsi berbasis web yang dapat mengunduh subtitle langsung dari YouTube, VIU, Viki, Vlive dsb. Aplikasi ini dapat mengunduh semua format subtitle/caption  seperti SRT, TXT, VTT. Menggunakan DownSub tidak perlu mengunduh atau menginstal aplikasi atau extensi pihak ketiga apapun. Cara kerja DownSub sangat mudah yaitu hanya dengan menempelkan URL YouTube di kolom yang disediakan dan tinggal klik menu unduh di sebelah kanan kolom tersebut. Sebaiknya pilih format SRT. Setelah terunduh, beri nama yang sama dengan nama videonya dan simpan di folder yang sama. Untuk memunculkan subtitle lebih bagus memutar videonya dengan VLC,  caranya akan dibahas di subbab VLC.

 

  1. VLC

VLC media player sebelumnya bernama VideoLAN Client dan biasa disingkat VLC.  VLC merupaka software gratis dan media player portable lintas platform dan berfungsi juga untuk streaming media server yang dikembangkan oleh VideoLAN project. VLC dapat digunakan untu operating system desktop maupun platform lain seperti   Android, iOS, iPadOS, Tizen, Windows 10 Mobile dan Windows Phone. VLC juga dapat diperoleh di platform distribusi digital seperti App Store dari Apple, Google Play dan Microsoft Store.

Penulis menggunakan VLC karena di samping gratis juga memiliki keunggulan yang tidak dimiliki aplikasi lain. Keunggulan pertama, VLC dapat dipergunakan untuk memutar hampir semua format video maupun audio. Kedua, di VLC terdapat menu subtitle atau terjemahan yang dapat Kita customize. Keunggulan lainnya, VLC dapat Kita gunakan untuk membuat hartitle dari subtitle melalui menu stream.

 

  1. SHOTCUT

Shotcut merupakan aplikasi pengedit video gratis dan open source lintas platform yang kompatible untuk FreeBSD, Linux, macOS dan Windows. Aplikasi yang dirintis sejak 2011 oleh Dan Dennedy ini kemudian dikembangkan di MLT Multimedia Framework. Shotcut kompatibel untuk semua format video, audio dan gambar. Shotcut menggunakan timeline untuk mengedit video non-linear dengan multi track meskipun input-nya berbagai format.

Menu –menu yang ada di aplikasi Shotcut antara lain setelan spesifikasi output, filter, timeline, preview, dan editing yang meliputi memotong video, menggabungkan video, men-detach audio dari video, menambahkan teks, meng-overlay green screen, memberikan masking blur dsb. Meskipun software gratis, fitur dari Shotcut cukup lengkap.

 

  1. AUDACITY

Audacity merupakan software aplikasi editor audio digital sekaligus perekam audio. Aplikasi ini kompatible untuk Windows, macOS, Linux, dan operating system lain.  Pengembangan Audacity dimulai pada musim gugur tahun 1999 oleh Dominic Mazzoni dan Roger Dannenberg di Carnegie Mellon University dan dirilis pada tanggal 28 Mei tahun 2000 dengan versi perdana 0.8.

Pada tanggal 16 Mei 2020, aplikasi ini telah diunduh 90.3 juta kali sejak bulan Maret 2015. Audacity memenangkan penghargaan dari SourceForge pada tahun 2007 dan 2009 berdasarkan pilihan publik sebagai Best Project for Multimedia. Sifatnya yang gratis dan open source membuat Audacity sangat populer di dunia pendidikan, sehingga semakin memacu para pengembangnya untuk membuat aplikasi ini memiliki antarmuka yang mudah dikenal oleh guru dan siswa. Menu-menu yang penting untuk Kita pahami dari Audacity adalah merekam suara, memotong file audio, menggabungkan file audio, mix dua file audio, membersihkan noise, menaikkan atau menurunkan pitch, dan masih banyak lagi.

 

  1. FREEMAKE VIDEO CONVERTER

Freemake Video Converter adalah software gratis pengedit video freemium entry-level yang dikembangkan oleh Ellora Assets Corporation. Aplikasi ini memiliki keunggulan mengubah dari dan ke berbagai format video ataupun audio digital, membuat slideshow foto, dan visualisasi musik. Cara kerja aplikasi yang cepat dalam mengedit video dan audio serta mengubah berbagai format digital membuat outputnya sangat mudah untuk langsung diunggah di YouTube. Kelemahannya adalah, aplikasi ini tidak dapat dipergunakan untuk menambahkan teks atau caption di video.

Freemake Video Converter dapat membaca maupun mengeluarkan output hampir semua format video dan audio digital seperti AVI, MP4, WMV, Matroska, FLV, SWF, 3GP, DVD, Blu-ray, MPEG and MP3. Software ini juga dipersiapkan agar kompatibel untuk beragam perangkat multimedia, termasuk perangkat produk Apple (iPod, iPhone, iPad), Xbox, Sony PlayStation, dan Samsung, Nokia, BlackBerry, dan Android.

Menu atau fitur dari Freemake Video Converter cukup lengkap. Software ini kecuali fungsi utamanya mengubah berbagai format digital, juga dapat mengedit video. Dalam hal fitur mengedit video, tentu tidak selengkap Shotcut. Tetapi proses kerjanya lebih cepat Freemake. Memotong video, menyambung video, menambahkan audio ke dalam suatu video dan membuat hardtitle dari subtitle dapat diproses dengan cepat dengan software ini.

Untuk lebih jelasnya, tutorial bagaimana cara menggunakan masing masing software di atas dapat dicermati video YouTube berikut ini:

Bagian 1: https://youtu.be/s9VT6rjzdJ4

Bagian 2: https://youtu.be/NnnL6U9c9dA

Bagian 3: https://youtu.be/vSN5Ze6XdSg

Bagian 4: https://youtu.be/xKvVQvhgl0g

Bagian 5: https://youtu.be/C16nq8hxgqA