Pada tanggal 12 Januari 2017 atau bertepatan dengan 13 Robiul Akhir 1438, LPMP Jawa Tengah menyelenggarakan Pengajian Awal Tahun 2017. Pengajian ini dilaksanakan di aula utama LPMP Jawa Tengah dan dihadiri oleh seluruh pejabat dan karyawan LPMP Jawa Tengah serta tamu undangan yang terdiri atas para pensiunan dan ibu-ibu dharma wanita.

Kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto, M.Si, menyatakan dalam sambutannya bahwa tujuan dilaksanakan pengajian ini adalah sebagai upaya lembaga dalam memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik di tahun 2017.

Hadir sebagai pembicara Ibu Hj. Maskufah Yusuf, seorang ustazdah dan da’i dari Kota Semarang. Beliau bertausiyah bahwasanya dalam berkehidupan, termasuk dalam bekerja, Islam melarang tiga hal: berprasangka buruk, mencari-cari kejelekan orang lain, dan bergunjing. Dalam Al-Quran dinyatakan jika kita melakukan tiga hal tersebut, baik semua ataupun salah satunya, seolah-olah kita memakan bangkai temannya yang sudah busuk.

Pesan berikutnya yang disampaikan beliau adalah nukilan Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 36:

 

“Dan janganlah kalian mengikuti sesuatu yang kalian tak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati itu akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS. Al Israa : 36). Ayat ini wewajibkan kita agar dalam melakukan tindakan apapun selalu berpegang pada ilmu.

Pada pengajian ini disampaikan Al-Quran 7 : 34, yang artinya “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”. Bahwasanya kematian, ketika sudah waktunya tidak bisa diundurkan atau dimajukan.

Untuk menyambut mati, kita harus melakukan banyak kebaikan dan jangan sampai merusak amal baik kita. Hal yang merusak amal kita menurut  Q.S Albaqarah ayat 264 adalah 1. Suka mengungkit-ungkit kebaikan yang sudah kita lakukan, 2. Jika berbicara menyakitkan hati, 3. Suka pamer (riya) akan kebaikan-kebaikan kita, dan 4. Tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.

 

Pengajian awal tahun 2017 ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Al-Ustadzah H. Maskufah Yusuf.