Flipped classroom merupakan salah satu model pembelajaran aktif (active learning). Ciri khas model pembelajaran ini adalah pada strategi pembelajarannya. Pada model ini guru memberikan pengalaman belajar pada siswa secara terbalik.  Biasanya, materi pelajaran  disajikankan oleh guru di kelas kemudian peserta didik mengerjakan tugas di rumah.  Konsep Model pembelajaran ini, merubah aktivitas pembelajaran siswa. Materi pelajaran  biasanya diterangkan oleh guru di sekolah, pada bagian ini siswa mempelajari secara mandiri materi pelajaran di rumah. Hasil belajarnya dapat disajikan dalam bentuk laporan atau bahan tayang seperti power point, poster atau yang lainnya. Sementara aktivitas belajar di sekolah adalah mendiskusikan hasil belajar siswa dan penguatan guru atas hasil belajar siswa. Adapun konsep pembelajaran-e adalah konsep dimana semua tugas siswa tadi diberikan guru ke siswa melalui suatu portal tertentu yang memberikan fasilitas kegiatan kelas maya. Contohnya adalah portal rumah belajar (https://belajar.kemdikbud.go.id/)

Tujuan

Pembelajaran Flipclasroom dikembangkan dengan tujuan utama untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa.

Langkah Pembelajaran

Flipped classroom merupakan suatu pembelajaran aktif, sehingga pada proses pembelajaran, guru mengubah  instruksi menjadi model yang berpusat pada peserta didik. Pada proses ini, pembelajaran di kelas digunakan untuk mengeksplorasi topik secara lebih detil dan memberikan kesempatan belajar supaya lebih bermakna. Pada awalnya siswa diperkenankan untuk mengeksplorasi materi pelajaran secara terbuka dan dilaksanakan di luar kelas. Pada model pembelajaran flipped classroom, ‘pengiriman konten’ dapat berupa berbagai bentuk. Boleh saja, guru menggunakan media berupa video pembelajaran dan hypermedia yang disiapkan oleh guru. Hypermedia dan video digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran.

Aktivitas pembelajaran siswa di rumah tersebut boleh saja, siswa diminta untuk membuat laporan atau bahan tayang. Bahan tayang tersebut sebagai media bagi siswa untuk menyampaikan hasil belajarnya atas materi pelajaran yang sudah dipelajarinya di rumah. Selanjut  kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di kelas. Kegiatan kelas dapat diberikan secara variatif, diantaranya: manipulative, diskusi mendalam, eksperimen,analisis dokumen asli, presentasi, pidato dan peerreview. Selain itu juga dapat dikembangkan lagi menjadi pembelajaran berbasis masalah atau pembelajaran proyek, serta pengembangan keterampilan dan konsep lainnya.

Pembelajaran flip classroom merupakan suatu proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. diantaranya adalah kolaborasi, pencarian masalah, pengembangan desain dan penyelesaian masalahsaat siswa menemukan permasalahan yang sulit. Siswa juga dibiasakan bekerja dalam kelompok, melakukan penelitian, membangun pengetahuan Bersama guru dan teman sebayanya.

Ada pun persiapan yang harus dilakukan guru sebelum proses pembelajaran adalah:

  1. Menyiapkan hypermedia dalam hal ini berupa video pembelajaran yang tersedia di fitur youtube, atau di sumber belajar rumah belajar. Kemudian guru mengirimkannya kepada siswa minimal satu minggu sebelum kegiatan belajar di kelas.
  2. Menyiapak petunjuk atau pedomena belajar yang akan dikerjakan siswa di rumah.

Adapun aktivitas belajar siswa di rumah adalah:

  1. Belajar mandiri atau kelompok yang terkait dengan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. (dalam hal ini guru juga boleh mengirimkan link belajar siswa ke siswa)
  2. Siswa mengerti dan menguasai tentang tugas dan aktivitass yang harus dilakukan.
  3. Siswa membuat rancangan atau catatan singkat tentang materi yang dipelajari.
  4. Siswa membuat laporan atau bahan tayang yang berisi deskripsi tentang materi dan tugas yang menjadi tanggungjawabnya (Isi bahan tayang adalah seputar pemahaman siswa dan pertanyaan pertanyaan siswa)
  5. Siswa diarahkan untuk mengumpulkan tugas secara online juga melalui kelas maya, atau link tertentu (dalam hal ini optional tetapi kalua pembelajaran-e diarahkan untuk mengumpulkan tugas secara daring) sehingga siswa sudah tidak perlu mencetak tugas tersebut)

Gambar 1. Salah satu portal yang menyediakan layanan kelas maya

Aktivitas guru dan siswa saat melakukan aktivitas di kelas adalah:

  1. pendahuluan

Pada tahap ini, setelah melakukan kegiatan awal pembelajaran, dilakukan pengecekan pengumpulan tugas dan mengaitkan siswa dengan pelajaran yang lampau, menanyakan pengalaman belajar siswa, cakupan pelajaran yang berhasil dipelajari dan dilaporkan dan menyampaikan tujuan serta manfaat materi yang telah dipelajari di rumah. Selain itu juga menyampaikan rencana pelajaran dan penilaian yang akan dilaksanakan.

  1. Kegiatan inti
  • Aktivitas kegiatan inti antara lain adalahguru membagi kelompok diskusi. Siswa mendiskusikan permasalahan yang disampaikan oleh guru berdasarkan hasil temuan masing masing. Pada tahap ini guru mengamati proses diskusi tiap kelompok.
  • Kelompok bisa saja mencoba mempraktikkan sesuatu sesuai dengan petunjuk guru.
  • Siswa secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusi dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain.
  • Guru membimbing kelompok atau siswa yang belum menguasai materi dengan baik.
  • Siswa mengerjakan soal latihan

Siswa memaparkan hasil belajarnya, sehigga di rumah sudah tidak mempunyai PR lagi

3. Kegiatan Penutup

Pada tahap ini, guru dan siswa membuat simpulan Bersama atas materi yang telah dipelajari. Selanjutnya siswa melakukan refleksi dan evaluasi terkait dengan proses belajar yang telah dilakukan.

Terakhirnya, guru memberikan penguatan dan menyampaikan rencana kegiatan untuk kegiatan belajar berikutnya.

Lingkungan Belajar

 Lingkungan belajar yang sesuai untuk penerapan pembelajaran flipclasroom adalah

  1. Perbandingan antara jam pelajaran dan materi yang harus dikuasai siswa tidak seimbang (dalam hal ini jam pelajarannya terlalu sedikit)
  2. Waktu luang siswa lebi banyak di rumah daripada di seklah
  3. Tersedianya sumber belajar secara online
  4. Tersedianya perangkat belajar yang memadai bagi siswa di rumah, walaupun hanya dapat diakses oleh siswa secara berkelompok
  5. Mendapat dukungan dari orang tua siswa

Manfaat penggunaan model Pembelajaran fipped classroom

Berikut beberapa manfaat penggunaan model pembelajaran flipped classroom:

  1. Sesuai dengan gaya belajar siswa saat ini, Siswa saat ini dekat dengan teknologi IT.
  2. Membantu siswa untuk melakukan kegiatan di luar sekolah
  3. Membantu siswa mengembangkan keterampilan literasinya secara menyeluruh
  4. Membantu siswa untuk berinteraksi dengan guru baik secara tatap muka maupun maya
  5. Meningkatkan penguasaan siswa pada materi pelajaran.

Meningkatkan keterampilan berpikir siswa karena pergeseran gaya belajar dengan menggunakan pola belajar sinkronus menjadi pola belajar asinkronus.

Gambar3. perbedaan pola belajar sinkronus dan asinkronus

Sumber Pustaka

Joyce, Bruce. 2019.  Models Of Teaching. Pustaka Belajar

Danesi, Maercel. 2016. Learning and Teaching Matematics in Global Village Math Education in the Digital Age. Switzerland: Springer International.

Educational Horizons, 201. Flipping The Classroom, Educational Horizons, Vol. 90, No 1 (October/ November 2011), pp. 5-7.

Ahmed, H. O. . (2016). Flipped Learning As A New Educational Paradigm: An Analytical Critical Study. European Scientific Journal, 12(10), 417–444. https://doi.org/doi: 10.19044/esj.2016.v12n10p417
Andrade, M., & Coutinho, C. (2016). Implementing Flipped Classroom in Blended Learning environments: a Proposal Based on the Cognitive Flexibility Theory. ELearn , 1115–1125. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/76177074.pdf
Pienta, N. J. (2016). A “Flipped Classroom” Reality Check. Journal of Chemical Education, 93, 1-2.

Penulis: Lulud Prijambodo Ario Nugroho; Pengelola Laman: Hesty Laily