LPMP Jawa Tengah melaksanakan Pendampingan I Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI) bagi Sekolah Model Tahun 2019 di 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Pendampingan I di Kabupaten Blora dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 4 sampai dengan 5 Oktober tahun 2019. Peserta dalam kegiatan ini adalah Pengawas dan Ketua Tim Penjaminan Mutu Sekolah (TPMPS). Satuan pendidikan yang terpilih menjadi sekolah model SPMI di kabupaten Blora sejumlah 26 sekolah, yang meliputi 17 sekolah jenjang SD, 5 sekolah jenjang SMP, 2 sekolah jenjang SMA dan 2 sekolah jenjang SMK. Sekolah tersebut antara lain: SDN 2 Pelem, SDN 3 Tempurejo, SDN 1 Mojowetan, SDN 1 Tunjungan, SDN 2 Jepon, SDN 2 Bogorejo, SDN 1 Ledok, SDN 1 Cepu, SDN 3 Nglebur, SDN 1 Nglandeyan, SDN Kediren, SDN 3 Mendenrejo, SDN 2 Doplang, SDN Sambongrejo, SDN 2 Japah, SDN 2 Sonokidul, SDN 2 Ketileng, SMA Negeri 2 Blora, SMA Negeri 2 Cepu, SMK Negeri 1 Cepu, SMK Khozinatul Ulum Todanan, SMPN 3 Tunjungan, SMPN 2 Cepu, SMPN 1 Todanan, SMPN 1 Tunjungan dan SMPN 1 Sambong.

Tujuan pendampingan dimaksud adalah untuk memastikan bahwa implementasi penjaminan mutu pendidikan oleh sekolah model dan sekolah imbas dapat terlaksana sesuai dengan tahap/jadwal yang direncanakan; mengidentifikasi keberhasilan, permasalahan yang dihadapi, dan solusi yang diambil sekolah dalam implementasi penjaminan mutu pendidikan oleh sekolah model dan sekolah imbas; memberikan advokasi/saran terhadap permasalahan dalam implementasi penjaminan mutu pendidikan oleh sekolah model dan sekolah imbas; memberikan rekomendasi perbaikan berkaitan dengan implementasi penjaminan mutu pendidikan oleh sekolah model dan sekolah imbas; dan memberikan dukungan dan bimbingan teknis melalui visitasi/kunjungan ke sekolah model.

Kepala Bidang Pembinaan Dikdas, Bambang Sinung Widoyoko, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Blora ada 26 sekolah model yang telah mendapatkan Bimbingan Teknis dan evaluasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal oleh LPMP Jawa tengah. Diharapkan nantinya sekolah akan benar-benar menghasilkan output yang baik. Salah satu implementasi penguatan pendidikan karakter yaitu kegiatan ektra kurikuler masih belum maksimal pelaksanaannya. Harapannya, sekolah model menjadi contoh dalam implementasi kegiatan ekstra kurikuler, khususnya pramuka. Sekolah agar menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan aktif bukan karena persiapan lomba saja. Jadikan budaya mutu menjadi budaya sekolah.

Mengakhiri sambutannya, Bambang Sinung Widoyoko, S.Pd, M.Pd mengharapkan agar sekolah model yang terpilih ini dapat mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal dan mengimbaskan dengan baik ke sekolah imbas. Satuan pendidikan yang terpilih agar menjadi contoh implementasi penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Blora.

Salah satu pengawas SD dari Kecamatan Kradenan,  Harun, S.Pd dalam testimoninya mengatakan bahwa program sekolah model SPMI ini berdampak positif terhadap sekolah dalam melakukan pembenahan serta perbaikan dalam upaya pemenuhan mutu sekolah secara mandiri. Adanya kegiatan Bimbingan Teknis, Evaluasi dan Pendampingan yang disertai dengan Bantuan Pemerintah (Bantah) dalam pengimbasannya sangat membantu sekolah dalam melakukan upaya peningkatan mutu sekolah. Berdasarkan rapor mutu yang ada, sekolah mengetahui kekurangannya dan apa yang harus dipenuhi serta melakukan pemenuhan melalui kegiatan maupun pengadaan sarana prasarana. Harapannya agar kegiatan semacam ini, terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. (JP)