Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Dalam rangka menunaikan apa yang termaktub dalam undang-undang itu LPMP Jawa Tengah yang menjadi unit pelayanan teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Tengah. Salah satunya adalah penyelenggaraan kegiatan capacity building Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) pada tanggal 14 dan 15 Maret 2019 ini.
Ketua panitia Wahjono menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan yang menyandang gelar WBM (Wilayah Bebas dari Korupsi) ini melibatkan 30 orang peserta terpilih yang sudah biasa melatih. Mereka adalah para widyaiswara, staf potensial, dan kepala sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang B-24 Gedung B LPMP Jawa Tengah. Para peserta capacity building ini dalam waktu dekat akan diterjunkan untuk melatih para guru di berbagai kabupaten, dimulai dari kabupaten Kendal pada bulan Maret sampai Juni tahun ini. Kabupaten Kendal memiliki permintaan khusus untuk melatih hampir 1.300 orang guru tentang materi PPK ini.
Kegiatan Capacity Building ini dibuka oleh kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto M.Si. Kepala LPMP dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh LPMP sudah sesuai dengan apa yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro. Bahwa menjadi pendidik haruslah menerapkan prinsip-prinsip, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani.
Ing ngarso sung tulodo berarti, ketika di depan guru harus bisa menjadi model  yang baik dalam hal penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Ing madyo mangun karso berarti ketika berada di tengah peserta didiknya guru harus membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yaitu menganalisa, mengevaluasi, dan mencipta gagasan-gagasan dan semangat baru dalam pembelajaran.  Sedangkan tut wuri handayani berarti ketika berada di belakang guru harus memberikan dorongan dan arahan agar peserta didiknya menjadi para pembelajar yang paripurna.
Secara keseluruhan, kegiatan capacity building yang menghadirkan Sriwasono Widodo dan Nani Rosdijati, widyaiswara LPMP Jawa Tengah yang juga fasilitator nasional PPK ini berlangsung dengan lancar. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda untuk menghasilkan materi dan paparan yang baru disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta diklat di berbagai daerah. Hasil paparan tersebut dipresentasikan secara bergiliran untuk mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan.
———————————–
Mampuono, Semarang ,15 Maret 2019 07 30 WIB. Ditulis dengan metode menemu baling dalam perjalanan dari Sampangan menuju Banyumanik