LPMP Jawa Tengah menyelenggarakan Evaluasi Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Penjaminan Mutu Pendidikan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 16 s.d. 18 November 2018 dihadiri oleh 70 peserta yang berasal dari unsur SDM Penjaminan Mutu Pendidikan. Unsur-unsurnya meliputi fasilitator daerah Pemetaan dan SPMI, pengawas, dan operator PMP. Kegiatan dilaksanakan  di LPMP Jawa Tengah.
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan, Kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto, M.Si menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM PMP.
Peningkatan kualitas tidak hanya dari sisi kompetensi tetapi juga integritas. Penjaminan Mutu Pendidikan sangat berkait erat dengan data-data pendidikan, sehingga kemampuan mengumpulkan data dan menggali informasi harus dibarengi dengan kejujuran. Sehingga data yang dihasilkan adalah data yang valid dan dapat dipercaya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta merancang struktur program penguatan SDM PMP, baik yang diperuntukan bagi Fasitilator Daerah, Pengawas, TPMPD, maupun TPMPS.
Tahun 2018 ini LPMP Jawa Tengah berhasil mendampingi sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan SPMI. Hingga waktu cut off (15 Oktober 2018), dari 24.755 sekolah yang ada di Jawa Tengah, terdapat 24.478  sekolah yang berhasil mengirim data mutunya ke server PMP, atau setara dengan 99,13%. Masih ada 277 (0,87%) sekolah di Jateng yang belum bisa mengirimkan datanya.
Dengan begitu, berarrti terdapat kenaikan jumlah maupun persentase pengiriman data PMP Provinsi Jateng dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2017 pengiriman data sebanyak 24.359/98,5%, pada tahun 2018 mencapai 24.478/98,88%.
Secara nasional posisi Jawa Tengah berada di bawah DIY (2651 sekolah/100%), DKI Jakarta (4401 sekolah/99,95%), Gorontalo (1386 sekolah/99,5%), Riau (5518 sekolah/99,37%), Sulawesi Utara (3332 sekolah/99,34%), Sulawesi Tengah (4107 sekolah/99,25), dan Kalimantan Selatan (3790 sekolah/98,93%).
Di Jawa Tengah, hingga cut off, terdapat 5 kabupaten/kota yang berhasil mengirimkan data mutu dari 100% sekolah di wilayahnya, yaitu kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Rembang, Kota Magelang, Kota Salatiga dan Kota Tegal. Di tahun 2017 hanya 4 kabupaten/kota yang berhasil mencapai 100%, karena pada waktu itu Kota Tegal hanya mencapai 98,99%.