SOLO, LPMP JATENG – LPMP Jawa Tengah menggelar diseminasi Sekolah Model Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) selama 3 hari dimulai dari tanggal 11 sampai dengan 13 Desember 2018  di Hotel Syariah Surakarta.
Hadir sebagai peserta diseminasi diantaranya adalah Pejabat Struktural di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi/Kab/Kota, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), Kepala Sekolah serta Pengawas.
Nara sumber dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Gatot Bambang Hastowo Kadinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah dan Iwan Junaedi Ketua BAN SM Propinsi Jawa Tengah.
Yudistira, Kabag Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Dikdasmen mewakili Dirjen Dikdasmen dalam sambutan pengarahan menyampaikan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)  bukan pendekatan proyek. “SPMI adalah siklus yang terus menerus harus dilakukan oleh sekolah sehingga diharapkan implementasi yang sungguh – sungguh akan dapat menjawab tantangan masa depan”, ungkapnya.
Saat ini mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari hasil PISA yang masih berada pada urutan 64 dari 67 negara yang disurvey. “Kemampuan membaca  siswa kita yang masih berada pada urutan 60 dari 61 negara yang disurvey, mengharuskan seluruh pelaku pendidikan perlu bekerja lebih keras lagi” pungkas Yudistira. Selanjutnya ia berharap rapor mutu dalam tahapan SPMI harus digunakan sebagai dasar dalam menyusun langkah percepatan pemenuhan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah.

Beberapa peserta berpose menunjukkan sertifikat Sekolah Model Award tahun 2018 LPMP Jawa Tengah


Pada tahun 2019 dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan terdiri dari dua jenis yaitu : BOS Reguler dan BOS Kinerja. BOS kinerja akan diberikan kepada sekolah yang berkineja baik dengan dasar pemberiannya adalah melalui hasil analisis pemetaan mutu.
Harmanto, Kepala LPMP Jawa Tengah, menyampaikan pada sambutannya bahwa diseminasi Sekolah Model SPMI bertujuan diantaranya untuk 1)Mensosialisasikan hasil implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Sekolah Model, 2)Mensosialisasikan hasil supervisi  implementasi K13 oleh Sekolah Model, 3)Mensosialisasikan praktik terbaik upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Propinsi Jawa Tengah.
Dengan sosialisasi hasil pelaksanaan kegiatan tersebut Kepala LPMP berharap dapat mendorong percepatan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Propinsi Jawa Tengah melalui program Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap program SPMI, Harmanto memberikan penghargaan kepada sekolah model SPMI terbaik. Penghargaan berupa sertifikat LPMP Award kepada 35 SD masing-masing kab/kot 1 sekolah, 35 SMP masing-masing kab/kot 1 sekolah dan 1 SMA, 1 SMK. Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus sebagai contoh maupun tempat bertanya bagi sekolah lainnya tentang implementasi SPMI yang baik.
Kegiatan dimeriahkan oleh beberapa pentas seni dari siswa – siswi sekolah model SMPN 2 Weru  Sukoharjo berupa seni karawitan dan  tari rampak bubrah dari sekolah imbas SDN Sondakan Surakarta. (WID)