Digoyang Gempa, Workshop Peningkatan Kompetensi Tetap Berlanjut

JIMBARAN, LPMP JATENG – Terjadi gempa bumi pada hari ke dua pelaksanaan workshop peningkatan kompetensi Sistem Pengendalian Internal (SPI), Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dan jurnalis LPMP Jateng di Hotel Grand Inna Bali, Kamis (6 Desember 2018). Getaran yang cukup keras terjadi selama beberapa detik di dalam ruang workshop. Hal itu membuat seluruh peserta berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Informasi dari detik.com menyatakan pusat gempa berada di 23 Km barat laut Mataram, NTB dengan kedalaman 10 Km, koordinat 8.37 LS-116.06 BT dan tidak bepotensi tsunami.
“Getarannya sangat besar, kepala saya sampai terasa pusing” ungkap Sarjono, salah satu peserta Worksop Jurnalis Laman LPMP Jateng.

Peserta dan narasumber berhambur ke luar ruang karena gempa


Penyelenggara kegiatan, Nugraheni, menyatakan bahwa kegiatan workshop tetap berjalan meskipun ada gempa. “Bila perlu pelaksanaan workshop dilaksanakan di luar ruangan jika keadaan tidak memungkinkan” ungkapnya.
Setelah menunggu beberapa menit dan dipastikan tidak lagi terjadi gempa, workshop kembali dilanjutkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, di hari kedua workshop dihadirkan wartawan Harian Suara Merdeka, dosen UNNES dan penulis dari komunitas guru penulis sebagai narasumber workshop Jurnalis Laman LPMP Jateng.
Sedangkan untuk workshop SPI, SPIP dan UPG dihadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (DG)

Share This Article

Digoyang Gempa, Workshop Peningkatan Kompetensi Tetap Berlanjut

JIMBARAN, LPMP JATENG – Terjadi gempa bumi pada hari ke dua pelaksanaan workshop peningkatan kompetensi Sistem Pengendalian Internal (SPI), Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dan jurnalis LPMP Jateng di Hotel Grand Inna Bali, Kamis (6 Desember 2018). Getaran yang cukup keras terjadi selama beberapa detik di dalam ruang workshop. Hal itu membuat seluruh peserta berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Informasi dari detik.com menyatakan pusat gempa berada di 23 Km barat laut Mataram, NTB dengan kedalaman 10 Km, koordinat 8.37 LS-116.06 BT dan tidak bepotensi tsunami.
“Getarannya sangat besar, kepala saya sampai terasa pusing” ungkap Sarjono, salah satu peserta Worksop Jurnalis Laman LPMP Jateng.

Peserta dan narasumber berhambur ke luar ruang karena gempa


Penyelenggara kegiatan, Nugraheni, menyatakan bahwa kegiatan workshop tetap berjalan meskipun ada gempa. “Bila perlu pelaksanaan workshop dilaksanakan di luar ruangan jika keadaan tidak memungkinkan” ungkapnya.
Setelah menunggu beberapa menit dan dipastikan tidak lagi terjadi gempa, workshop kembali dilanjutkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, di hari kedua workshop dihadirkan wartawan Harian Suara Merdeka, dosen UNNES dan penulis dari komunitas guru penulis sebagai narasumber workshop Jurnalis Laman LPMP Jateng.
Sedangkan untuk workshop SPI, SPIP dan UPG dihadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (DG)

Share This Article

Go to Top