Srondol Kulon, LPMP Jawa Tengah- LPMP Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengumpulan Data Mutu untuk menyiapkan petugas pengumpulan data mutu pendidikan tahun 2019 angkatan ke-XIII. Bimtek angkatan terakhir ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 17 sampai dengan 19 Oktober tahun 2019 dengan pola 24 (dua puluh empat) jam pelajaran bertempat di LPMP Jawa Tengah, Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang. Peserta sejumlah 213 orang yang terbagi menjadi 5 (lima) kelas. Peserta angkatan XIII terdiri dari Pengawas SD/SMP/SMA/SMK dari Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pati, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah.

Pada upacara pembukaan, Kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto, M.Si, mengatakan bahwa dalam tahun anggaran 2019, LPMP Jawa Tengah memiliki Program Penjaminan Mutu Pendidikan, antara lain salah satunya pengumpulan data mutu. Data mutu yang sudah dilakukan, menyimpan beberapa permasalahan yang diharapkan bisa diselesaikan pada pengumpulan data mutu tahun 2019. Permasalahan tersebut terkait aplikasi, jumlah pertanyaan yang terlalu banyak dalam kuesioner dan validitas data yang dihasilkan. Terkait aplikasi dan jumlah pertanyaan, sudah diselesaikan oleh Ditjen Dikdasmen, dan untuk validitas data menjadi tugas bersama antara LPMP Jawa Tengah dan Pengawas Sekolah. Untuk itu selama (tiga) hari Pengawas diberikan Bimtek dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan kemampuan pengawas dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam pengumpulan data mutu pendidikan tahun 2019.

Mengakhiri sambutannya, Drs. Harmanto, M.Si, mengharapkan agar dalam pelaksanaan pengumpulan data mutu, pengawas memastikan bahwa kuesioner diisi oleh responden yang memiliki kewenangan antara lain Kepala sekolah, guru, siswa dan komite. Sedangkan operator bisa mendampingi dalam proses pengisian ke dalam aplikasi. Pengawas memastikan dan melakukan verifikasi validasi (verval) bahwa data yang diisi sesuai dengan kondisi apa adanya. Data mutu merupakan rapor mutu sekolah dan merupakan cerminan dari implementasi Standar Nasional Pendidikan (SNP) di sekolah. Oleh sebab itu, dalam pengisiannya agar tidak dipengaruhi oleh kepentingan lain, misalnya kepentingan untuk mendapatkan BOS Kinerja atau kepentingan-kepentingan lainnya. Data mutu agar disuguhkan apa adanya, sehingga sekolah bisa dengan tepat dalam menyusun program perbaikan mutu sekolah yang belum memenuhi SNP dan program peningkatan mutu sekolah yang sudah memenuhi SNP. Karena setiap program perbaikan mutu maupun peningkatan mutu sudah berbasis data mutu yang benar dan valid. (JP)