SRONDOL KULON, LPMP JATENG – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng selama tiga hari (15 s.d 27 Juli 2021) gelar Bimtek Pemenuhan Mutu Pembelajaran Angkatan 2 s.d 8 dari Kab. Boyolali, Kab. Wonogiri, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kab. Wonosobo, Kab. Purworejo, Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kab. Sukoharjo, Kota Magelang, Kab. Pati, Kab. Magelang, Kab. Banjarnegara dan Kab. Karanganyar. secara virtual melalui daring via zoom meating. Kegiatan itu diikuti 420 peserta dengan rincian 210 Kepala SD, 140 Kepala SMP dan 70 Kepala SMA.

Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan per angkatan masing-masing oleh Plt Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provisni Jawa Tengah dan bapak ibu Widya Prada serta dihadiri nara sumber bimtek dari angkatan 2 sampai Angkatan 8.

Tujuan Umum diselenggarakannya kegiatan bimtek adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pembelajaran dan penilaian, sedangkan Tujuan khusus bimtek pemenuhan mutu pembelajaran adalah peserta mampu memahami, menguasai dan mengimplementasikan materi bimtek yang terdiri atas : a. Kebijakan Kemdikbud Ristek dalam Asesmen Nasional; b. Asesmen Nasional (AKM, Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar); c. Strategi Pembelajaran dan Penilaian yang Mendukung Asesmen Nasional; d. Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Literasi di Satuan Pendidikan; e. Rencana Tindak Lanjut dengn pola 32 JP.

Hasil yang diharapkan setelah kegiatan bimtek adalah : a. Terpahaminya Kebijakan Kemdikbud Ristek dalam Asesmen Nasional; b. Terpahaminya Asesmen Nasional (AKM, Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar); c. Terpahami dan terimplementasikannya Strategi Pembelajaran; d. Terpahami dan terimplementasikannya Penilaian yang Mendukung Asesmen Nasional; e. Terpahami dan terimplementasikannyaProfil Pelajar Pancasila dan Budaya Literasi di Satuan Pendidikan; f. Tersusunnya rencana tindak lanjut program pemenuhan mutu pembelajaran di satuan pendidikan. Oleh karenanya semua dari Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan dan cabang Dinas Pendidikan termasuk di dalamnya adalah Pemetaan Mutu Pendidikan, harus pula menjadi urusan semua pemangku kepentingan pendidikan. Dengan begitu akan tumbuh konsesnsus bersama untuk melakukan pemenuhan dan peningkatan mutu pendidikan secara sinergi dan kolaboratif berdasar pada kebutuhan nyata,”tuturnya.

Dalam sambutannya ibu Plt Kepala LPMP Provinsi Jawa Tengah di Angkatan 2 menjelaskan bahwasannya saat ini Pendidikan telah melakukan transformasi dalam rangka menciptaka SDM yang unggul sebagai mana visi Presiden Republik Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut berbagai cara di gunakan agar visi tersebut bisa di capai. Melalui program merdeka belajar yang saat ini sudah mencapai episode ke sepuluh, LPMP Prov Jateng akan focus pada yang pertama yaitu ada 4 tema yang di usung yaitu 1. Penghapusan USBN, 2). Penyederhanaan RPP bagi bapak/ibu guru, 3). PPDB serta 4). Pengantian UN. Bahwasannya pengantian UN ke AN tidak hanya sekedar menganti Ujian menjadi Assesmen, tetapi ada sesuatu yang esensial bahwasannya Ujian Nasional dulu digunakan untuk memetakan mutu pendidikan nasional secara nasional tetapi dilihat dari hasil belajar siswa secara individu. Saat ini Asesmen Nasional sama-sama ingin melihat peta mutu Pendidikan secara nasional tetapi dengan menggunakan evaluasi mutu sekolah. Evaluasi mutu sekolah ini salah satunya akan melihat hasil belajar siswa yang mendasar, jadi yang mendasar saja yang dilihat kemudian melihat karakter implementasi profil pelajar Pancasila dan lingkungan belajar, 3 hal itu yang akan dipotret di Assesmen Nasional. Jelasnya (SRJ)