Seiring dengan meluncurnya persesjen no 18 tahun 2020, tentang pemanfaatan Data Pokok Pendidikan untuk akses layanan pembelajaran, diluncurkanlah  akun@belajar.id.  Akun ini didesain untuk memberikan akses bagi satuan Pendidikan untuk mengelola dan melakukan pembelajaran berbasis Teknologi Informastika.  Ke depan, akun ini akan diberikan sebagai bentuk satu layanan single sign On (SSO) yang mulai diberlakukan bagi  seluruh warga satuan Pendidikan, kemudian berangsur angsur akan diberlakukan di seluruh lingkungan Pendidikan.

Merdeka Belajar masih merupakan ruh penentu arah kebijakan Pendidikan saat ini. Pengembangan kurikulum, desain pembelajaran, sarana penunjang proses pembelajara di satuan Pendidikan, harus mengacu pada pertumbuhan proses belajar merdeka. @belajar.id juga merupakan salah satu factor pendukung untuk mencapai target merdeka belajar. Desain pembelajaran berbasis Teknolofi Informasi Komunikasi, saat ini masih merupakan momok bagi kalangan pendidik dan orang tua peserta didik. Hal ini disebabkan begitu merdekanya para peserta didik dalam memanfaatkan TIK ini. Peserta didik, saat ini sudah sangat familier dengan penerapan kehidupan sehari harinya, terlepas dengan dukungan para pendidik ataupun tidak.

Senyampang dengan munculnya akun@belajar.id tersebut, LPMP Jawa Tengah mengembangkan desain pemanfaatan akun@belajar.id dengan mengintegrasikannya pada pembelajaran berbasis TIK. Beberapa desain yang telah dibuat, dan kemudian akan diimbaskan ke seluruh satuan Pendidikan. Harapannya tentu saja untuk memunculkan ketertarikan para pendidik supaya mau memanfaatkan akun@belajar.id ini.

Strategi pengimbasan yang dilakukan oleh LPMP Jawa Tengah adalah mengkoordinasikan dengan para stake holder di kabupaten/ kota (dalam hal ini adalah dinas Pendidikan) merekrut para master trainer google (GMT) yang telah lulus pelatihan, kemudian menyelenggarakan pembimbingan online secara Intensif. Pembimbingan Online Intensif (Bimoli) diluncurkan selain sabagai bentuk pengimbasan tentang pemanfaatan akun@belajar.id, juga ditujukan sebagai bentuk pendampingan bagi satuan Pendidikan di wilayah provinsi Jawa Tengah. Dalam hal ini, program dilaksanakan dengan bermitra antara LPMP Jawa Tengah, dinas Pendidikan dan para GMT yang sudah tersebar diseluruh wilayah Jawa Tengah. Sebagai langkah awal, satuan Pendidikan dibimbing untuk mengenali isi akun@belajar.id, kemudian menerapkannya pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kolaboratif.

Pada pelaksanaan Bimoli, peserta didampingi secara online untuk meningkatkan peserta dalam memanfaatn TIK. Mengapa dipili strategi online? Karena strategi ini dapat melatih keterampilan para admin dan pendidik sekaligus memberikan “jam terbang” yang cukup bagi mereka. (aRio)